Home

Perkembangan jaman seperti yang kita hadapi sekarang ini merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Hal yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk menghadapi perkembangan jaman adalah berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin. Sebenarnya, perkembangan jaman, khususnya di bidang teknologi sudah mencakupi semua aspek kehidupan kita termasuk profesi atau pekerjaan kita. Namun, cukup disayangkan, ternyata masih cukup banyak orang yang belum mengoptimalkan fungsi teknologi untuk menunjang pekerjaan mereka. Sebagai contoh, masih banyak guru yang belum menggunakan teknologi untuk kegiatan belajar dan mengajar.

Teknologi di Dunia Pendidikan

Penggunaan teknologi di bidang pendidikan memang merupakan sebuah terobosan besar tapi pada saat yang sama juga merupakan tantangan tersendiri. Ternyata masih banyak guru yang “gaptek” atau gagap teknologi yang mengakibatkan gaya mengajar mereka menjadi kuno dan kurang disukai anak didiknya. Sebagai imbasnya, kegiatan belajar mengajar jadi kurang bisa berjalan dengan lancar. Sebagai seorang guru, sebaiknya Anda memang memahami perkembangan teknologi dan juga bagaimana mengaplikasikannya pada saat Anda mengajar.

 

teknologi di dalam dunia pendidikan

Ada beberapa hal yang mungkin bisa Anda lakukan. Sebagai contoh, yang pertama, Anda bisa mulai menggunakan peralatan digital untuk menunjang kegiatan Anda dalam mengajar. Anda bisa menggunakan slideshow yang ditampilkan di depan kelas, alih-alih hanya terpaku pada buku teks saja. Cara mengajar seperti ini sudah terbukti sangat sesuai dengan kondisi jaman saat ini dan lebih disukai oleh anak-anak jaman sekarang. Mereka akan lebih tertarik untuk memperhatikan pelajaran.

 

permainan atau game edukasi anak

Kedua, Anda juga bisa memanfaatkan platform aplikasi android untuk belajar yang saat ini sudah banyak digunakan di dunia pendidikan. Anda bisa memulai dari aplikasi menghitung sederhana, mengenal warna dalam bahasa asing, mengenal benda dalam bahasa asing, hingga game edukasi anak yang beragam dan menarik minat belajar anak didik.

Aplikasi Teknologi di Kegiatan Belajar Mengajar

Hal berikutnya yang mungkin bisa Anda aplikasikan juga adalah dengan memberikan tugas dengan menggunakan teknologi digital kepada murid-murid Anda. Sebagai contoh, Anda memberikan tugas bagi anak murid untuk melakukan sedikit penelitian sederhana tentang sebuah topik. Anda bisa melakukan konsultasi dengan murid secara real time menggunakan email atau bahkan face call. Kemudian, Anda bisa meminta anak murid Anda untuk mempresentasikan hasil penelitian sederhana mereka di depan kelas yang kemudian bisa didiskusikan bersama dengan murid yang lain.

 

guru era digital di indonesia

Metode pengajaran seperti ini akan lebih efektif karena anak akan terlibat langsung dalam sebuah materi pengajaran. Mereka juga merasa memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengembangkan ide dan kreatifitas mereka terutama saat melakukan presentasi. Anak murid juga akan dididik untuk menjadi lebih kritis saat melakukan diskusi berdasarkan materi yang mereka presentasikan. Dan yang paling penting, penggunaan teknologi digital menjadi basis dari metode pengajaran Anda. Dengan melihat berbagai keuntungan di atas, apakah Anda masih belum tertarik menggunakan teknologi digital sebagai bagian dari metode pengajaran Anda?

Apakah Anda belum tertarik untuk menjadi seorang guru era digital yang baik?

Tepat pada tanggal 5 Juni, di berbagai belahan dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan agenda ini rutin setiap tahunnya.

 

peringatan hari lingkungan hidup sedunia

Tahukah Anda bagaimana sejarah mencatat penetapan tanggal 5 Juni menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia?

Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Pada mulanya, diadakannya Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini merupakan gagasan yang coba diusulkan di Konferensi Stockholm oleh negara Jepang dari Asia dan Senegal dari Afrika. Dimana konferensi tersebut menjadi yang pertama dilakukan PBB yang membahas perihal lingkungan hidup di tahun 1972. Konferensi Stockholm, di Swedia berlangsung dari 5 s/d 16 Juni tahun 1972

Pada akhirnya yang menjadi kesepakatan dan keputusan akhir di Konfrensi tersebut, dimana salah satu kesepakatannya menetapkan tanggal 5 Juni menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersamaan dengan hari pembukaan konfrensi tersebut. Yang menjadi permasalahan saat itu adalah munculnya berbagai masalah lingkungan yang menyebabkan keresahan secara kolektif. Sebut saja di beberapa daerah di benua Eropa dilanda masalah kabut asap, sedangkan di belahan Asia khususnya negara Jepang sedang terjangkit wabah Minamata.

 

bapak emil salim

Bahkan jika ditarik kebelakang tepatnya di tahun 60-an, hampir menjadi masalah bersama perihal dampak lingkungan yang diakibatkan dari pembangunan serta pembakaran hutan, sektor industri tidak mengelola limbahnya dengan benar, dan lainnya. Di Konfrensi Stockholm, utusan dari Indonesia dimotori oleh Emil Salim yang saat itu menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara beranggotakan utusan dari beberapa departemen.

Mengutip dari Harian Kompas tanggal 2 Juni tahun 1972, Soedharmono selaku Sekretaris Negara pada waktu itu mengatakan jika Indonesia dalam konfrensi itu akan memperjuangkan supaya negara berkembang yang tidak jadi korban dari keadaan lingkungan tersebut.

Beberapa Kesepakatan dalam Konfrensi

Berikut ini hal-hal yang menjadi kesepakatan dari Konfrensi Stockholm :

  1. Deklarasi di Stockholm, berisi prinsip yang digunakan dalam mengatur lingkungan hidup melalui penerapan hukum-hukum yang ada di lingkungan internasional di masa depan.
  2. Rencana Aksi, meliputi perencanaan di dalam hal pemukiman, pemanfaatan sumber daya alam, pengendalian terhadap pencemaran lingkungan, pendidikan dan informasi terkait lingkungan.
  3. Kelembagaan, dengan membentuk UNEP (United Nations Environtment Program) yaitu sebuah badan di PBB yang membidangi program untuk lingkungan dan berinduk di wilayah Nairobi, Kenya, di Afrika.

 

unep atau united nations envirnment programme

UNEP (United Nations Environment Program) adalah badan PBB yang mengkoordinir kebijakan-kebijakan terkait alam dan menyerukan program pembangunan berkelanjutan di dunia.

Berikut isi dari prinsip-prinsip pada Deklarasi di Stockholm :

  1. HAM (Hak Asasi Manusia) harus bisa ditegakkan, dan segala bentuk apartheid serta penjajahan dalam bentuk apapun harus dihapuskan.
  2. Harus senantiasa menjaga Sumber Daya Alam.
  3. Kapasaitas dari bumi yang berguna untuk menciptakan sumber daya yang bisa diperbarui, harus dijaga.
  4. Harus menjaga satwa liar.
  5. Sumber daya yang tidak bisa diperbarui harus bisa dibagi dan tidak untuk dihabiskan.
  6. Polusi yang muncul tidak boleh berlebihan agar bisa memebersihkan secara alami.
  7. Pencemaran laut harus dicegah terutama yang merusak.
  8. Pembangunan diperlukan untuk bisa memperbaiki keadaan lingkungan.
  9. Negara yang termasuk golongan negara berkembang membutuhkan bantuan.
  10. Negara berkembang membutuhkan harga yang wajar dari ekspor untuk bisa mengelola lingkungan.
  11. Suatu kebijakan terkait lingkungan, tidak boleh menghambat pembangunan.
  12. Negara berkembang membutuhkan dana untuk kebutuhan peningkatan pelestarian lingkungan.
  13. Diperlukan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
  14. Perencanaan yang rasional harus bisa menyelesaikan konflik antara lingkungan dan pembangunan.
  15. Untuk menghilangkan masalah lingkungan, pemukiman penduduk harus direncanakan.
  16. Pemerintah harus berupaya merencanakan kebijakan yang sesuai terkait kependudukan.
  17. Lembaga Nasional harus mampu merencanakan pengembangan sumber daya milik negara.
  18. Teknologi dan ilmu pengetahuan harus digunakan dalam rangka mengembangkan lingkungan.
  19. Pendidikan perihal lingkungan sangat penting.
  20. Penelitian terhadap lingkungan harus mendapat dukungan, terutama negara berkembang.
  21. Negara diperbolehkan memanfaatkan sumber daya yang ada, tapi tidak membahayakan orang lain.
  22. Kompensasi dibutuhkan jika ada negara yang dianggap membahayakan.
  23. Tiap-tiap negara harus menetapkan standarnya masing-masing.
  24. Dalam isu internasional harus ada kerjasama.
  25. Organisasi Internasional harus bisa membantu memperbaiki keadaan lingkungan.
  26. Senjata pemusnah massal diharuskan untuk dihilangkan.

Dan juga yang menjadi isu penting lainnya dari Konfrensi Stockholm adalah adanya pengakuan atas pengentasan kemiskinan dalam rangka melindungi lingkungan.

Dengan demikian sudah tentu menjadi perhatian untuk kita bersama sebagai generasi penerus yang terdiri dari banyak perbedaan baik itu latar belakang pendidikan baik itu sarjana atau bukan, tingkat sosial baik kaya atau miskin, bidang pekerjaan baik itu seorang tukang sayur atau seorang penyedia jasa seo agar bersama-sama lebih perduli. Karena kalau bukan sekarang kapan lagi? dan kalau bukan kita siapa lagi?

Berbagai kegiatan yang dilakukan di dalam laboratorium tentunya akan menyisakan limbah laboratorium. Limbah ini merupakan sampah yang harus segera ditangani agar laboratorium tetap menjadi tempat yang aman bagi keselamatan kerja dan nyaman untuk melakukan kegiatan laboratorium. Nah, bagaimana sih cara penanganan atau pengolahan limbah laboratorium yang tepat? Mari kita lihat sama-sama.

Memberi Label pada Wadah Limbah

Sangat penting untuk memberikan label pada wadah limbah kimia laboratorium. Dan sangat disarankan untuk menggunakan warna yang mencolok pada label tersebut. Selain itu, pastikan untuk memberikan keterangan yang cukup dalam label seperti nama bahan limbahnya (apakah bahan tersebut merupakan bahan tunggal atau campuran), kapan limbah tersebut mulai disimpan, tanggal pembuangan limbah dan juga berbagai informasi yang dirasa penting lainnya. Pastikan juga agar label terbuat dari bahan yang kuat dan kokoh agar tidak mudah rusak dan juga hilang.

 

label limbah berbahaya

Bayangkan jika label wadah limbah rusak sampai tidak terbaca atau bahkan hilang. Tentunya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Bayangkan pula jika Anda sudah melabeli wadah dengan tulisan “limbah berbahaya” dan label tersebut hilang. Wah, bisa-bisa jadi masalah yang sangat besar nantinya. Dan sedikit tips di sini, jika Anda menggunakan wadah limbah yang bekas pakai, pastikan Anda membersihkan label yang tertempel di sana jika masih ada. Hal ini sangat penting untuk menghindari salah tafsir isi wadah nantinya. Dan pastikan agar hanya ada satu label saja yang tertempel pada satu wadah agar tidak membuat bingung orang lain, sehingga keselamatan kerja semua personel laboratorium bisa terjaga.

Dimana Sebaiknya Menyimpan Limbah?

Ketika Anda akan menyimpan limbah yang sudah ditaruh di dalam wadah, Anda harus tahu bahwa ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan. Yang pertama adalah jangan sampai Anda menaruh wadah limbah tersebut di suatu tempat yang mana reaksi kimia sering dilakukan. Sebagai contoh, Anda menaruhnya di pojokan ruang laboratorium. Dikhawatirkan nantinya akan terjadi reaksi kimia dengan limbah saat eksperimen atau praktikum sedang dilakukan di dalam laboratorium.

 

tempat penyimpanan limbah laboratorium

Kemudian, yang kedua, Anda juga harus memperhatikan jenis wadah yang digunakan untuk menyimpan limbah. Sesuaikan jenis limbah dengan wadahnya. Anda bisa memilih bahan kaca atau polietilen yang sudah terbukti aman menyimpan limbah kimia. Inilah mengapa bahan seperti kaleng sangat dianjurkan untuk tidak dipakai karena jika limbah mengandung kandungan asam atau basa yang kuat, bisa-bisa wadah kaleng itu akan rusak dengan cepat. Dan yang ketiga, jangan menaruh wadah limbah di dekat air seperti di wastafel atau keran untuk menghindari kontaminasi.

Bagaimana Mengolah Limbah Laboratorium?

Yang pertama, Anda harus memastikan bahwa jangan sampai ada lebih dari satu wadah limbah yang diperuntukkan untuk satu jenis limbah saja jika Anda meletakkannya di sekitar laboratorium. Hal ini untuk menghindari bahaya yang lebih besar ketika sebuah kecelakaan terjadi di dalam laboratorium. Sebagai contoh, Anda menaruh tiga wadah limbah yang berisi limbah laboratorium bersifat organik di satu titik di dekat laboratorium. Ketika sebuah kecelakaan kebakaran terjadi di laboratorium, dan jika api mengenai wadah-wadah limbah tersebut, maka kondisi akan menjadi semakin parah.

 

cara mengolah limbah laboratorium

Ada baiknya Anda memindahkan wadah limbah yang sudah penuh jauh-jauh dari laboratorium untuk kemudian dibuang atau diolah lagi. Jika memang aman untuk lingkungan, Anda bisa segera membuang limbah tersebut. Namun jika tidak, mau tidak mau Anda harus menggunakan jasa dari pihak ketiga untuk mengolah limbah tersebut. Memang akan memakan biaya tapi hal tersebut sangat diperlukan untuk menjaga kualitas lingkungan di sekitar kita.


Scroll to Top