Cara Penanganan dan Pengolahan Limbah Laboratorium Untuk Keselamatan Kerja

Berbagai kegiatan yang dilakukan di dalam laboratorium tentunya akan menyisakan limbah laboratorium. Limbah ini merupakan sampah yang harus segera ditangani agar laboratorium tetap menjadi tempat yang aman bagi keselamatan kerja dan nyaman untuk melakukan kegiatan laboratorium. Nah, bagaimana sih cara penanganan atau pengolahan limbah laboratorium yang tepat? Mari kita lihat sama-sama.

Memberi Label pada Wadah Limbah

Sangat penting untuk memberikan label pada wadah limbah kimia laboratorium. Dan sangat disarankan untuk menggunakan warna yang mencolok pada label tersebut. Selain itu, pastikan untuk memberikan keterangan yang cukup dalam label seperti nama bahan limbahnya (apakah bahan tersebut merupakan bahan tunggal atau campuran), kapan limbah tersebut mulai disimpan, tanggal pembuangan limbah dan juga berbagai informasi yang dirasa penting lainnya. Pastikan juga agar label terbuat dari bahan yang kuat dan kokoh agar tidak mudah rusak dan juga hilang.

 

label limbah berbahaya

Bayangkan jika label wadah limbah rusak sampai tidak terbaca atau bahkan hilang. Tentunya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Bayangkan pula jika Anda sudah melabeli wadah dengan tulisan “limbah berbahaya” dan label tersebut hilang. Wah, bisa-bisa jadi masalah yang sangat besar nantinya. Dan sedikit tips di sini, jika Anda menggunakan wadah limbah yang bekas pakai, pastikan Anda membersihkan label yang tertempel di sana jika masih ada. Hal ini sangat penting untuk menghindari salah tafsir isi wadah nantinya. Dan pastikan agar hanya ada satu label saja yang tertempel pada satu wadah agar tidak membuat bingung orang lain, sehingga keselamatan kerja semua personel laboratorium bisa terjaga.

Dimana Sebaiknya Menyimpan Limbah?

Ketika Anda akan menyimpan limbah yang sudah ditaruh di dalam wadah, Anda harus tahu bahwa ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan. Yang pertama adalah jangan sampai Anda menaruh wadah limbah tersebut di suatu tempat yang mana reaksi kimia sering dilakukan. Sebagai contoh, Anda menaruhnya di pojokan ruang laboratorium. Dikhawatirkan nantinya akan terjadi reaksi kimia dengan limbah saat eksperimen atau praktikum sedang dilakukan di dalam laboratorium.

 

tempat penyimpanan limbah laboratorium

Kemudian, yang kedua, Anda juga harus memperhatikan jenis wadah yang digunakan untuk menyimpan limbah. Sesuaikan jenis limbah dengan wadahnya. Anda bisa memilih bahan kaca atau polietilen yang sudah terbukti aman menyimpan limbah kimia. Inilah mengapa bahan seperti kaleng sangat dianjurkan untuk tidak dipakai karena jika limbah mengandung kandungan asam atau basa yang kuat, bisa-bisa wadah kaleng itu akan rusak dengan cepat. Dan yang ketiga, jangan menaruh wadah limbah di dekat air seperti di wastafel atau keran untuk menghindari kontaminasi.

Bagaimana Mengolah Limbah Laboratorium?

Yang pertama, Anda harus memastikan bahwa jangan sampai ada lebih dari satu wadah limbah yang diperuntukkan untuk satu jenis limbah saja jika Anda meletakkannya di sekitar laboratorium. Hal ini untuk menghindari bahaya yang lebih besar ketika sebuah kecelakaan terjadi di dalam laboratorium. Sebagai contoh, Anda menaruh tiga wadah limbah yang berisi limbah laboratorium bersifat organik di satu titik di dekat laboratorium. Ketika sebuah kecelakaan kebakaran terjadi di laboratorium, dan jika api mengenai wadah-wadah limbah tersebut, maka kondisi akan menjadi semakin parah.

 

cara mengolah limbah laboratorium

Ada baiknya Anda memindahkan wadah limbah yang sudah penuh jauh-jauh dari laboratorium untuk kemudian dibuang atau diolah lagi. Jika memang aman untuk lingkungan, Anda bisa segera membuang limbah tersebut. Namun jika tidak, mau tidak mau Anda harus menggunakan jasa dari pihak ketiga untuk mengolah limbah tersebut. Memang akan memakan biaya tapi hal tersebut sangat diperlukan untuk menjaga kualitas lingkungan di sekitar kita.

Scroll to Top