Pengeluaran Prioritas Gaji Pertama Bagi Fresh Graduate

gaji pertama

Pengalaman ketika mendapatkan gaji pertama merupakan hal yang begitu mebanggankan untuk semua orang. Apalagi bagi Anda yang baru saja lulus kuliah dan langsung memperoleh pekerjaan baru. Merasakan gaji pertama atau menerima bayaran dari hasil pekerjaan selama satu bulan menjadi sebuah hal yang begitu berharga. Apalagi jika mengingat saat kuliah, seorang mahasiswa memperoleh kiriman uang dari orang tuanya.

Munculnya rasa bangga, senang dan bingung uang tersebut mau digunakan untuk apa. Itulah yang terbesit di pikiran seorang anak muda yang fresh graduate. Semua hal menjadi terpikir dan ingin menghabiskan uang yang dimiliki, dan timbulnya perasaan yang bebas untuk membelanjakan seluruh gaji untuk membeli ini dan itu, apalagi uang yang diperoleh merupakan hasil dari kerja keras sendiri

Menghabiskan gaji pertama untukĀ  bersenang-senang tentu boleh-boleh saja. Namun ada baiknya jika Anda mempunyai pemikiran yang cerdas dan bijak dalam mengelola gaji pertama yang telah didapatkan. Kesimpulan yakni jangan sampai berlebihan dalam membelanjakan uang gaji sehingga lupa dengan kebutuhan bulanan serta aktivitas menabung dan juga investasi.

Supaya Anda tidak kebingungan, mari simak beberapa pengeluaran prioritas untuk gaji pertama dari seorang fresh graduate berikut ini.

1. Membuat Daftar Kebutuhan yang Diprioritaskan

Saat baru memperoleh gaji pertama, pasti kemampuan daya beli Anda akan meningkat signifikan, boleh saja Anda memakai uang tersebut untuk keperluan belanja, namun sebaiknya pakailah untuk membeli hal-hal yang bersifat produktif seperti sepatu, tas yang merupakan pakaian untuk bekerja serta hal lain yang sekira sangat dibutuhkan.

Selain itu, boleh saja bila Anda ingin membeli barang lain, namun pastikan juga barang yang akan dibeli merupakan benda yang nantinya sering digunakan. Caranya yaitu dengan menyusun daftar kebutuhan prioritas setelah itu Anda akan terbiasa untuk berbelanja barang prioritas untuk Anda pribadi.

2. Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat memiliki sifat wajib walau sudah mempunyai anggaran keuangan, tidak jarang sebuah kondisi tertentu yang membutuhkan sebuah dana diluar dari anggaran yang kita miliki. Maka dari itu, ada baiknya jika dana darurat disiapkan dalam bentuk rekening atau tabungan secara terpisah, hal ini supaya tidak tercampur oleh anggaran lain dan selalu siap sedia di waktu-waktu ketika diperlukan.

Idealnya dana darurat yang harus disimpan cukup bervariasi. Untuk Anda yang belum menikah, disarankan untuk mempunyai dana darurat setidaknya 6 kali dari seluruh pengeluaran bulanan. Untuk yang sudah menikah perlu mempunyai dana darurat setidaknya 9 kali dari jumlah keperluan rumah tangga per bulan.

3. Belajar Investasi

Sebaiknya jangan simpan uang Anda di dalam satu rekening biasa. Perbanyak aset milik Anda melalui investasi saham, emas batang, atau reksa dana. Pertama kali investasi, Anda bisa memulai dengan nominal yang rendah.

Untuk seorang pemula, bisa melakukan investasi safe haven dengan resiko yang kecil. Investasi tersebut merupakan investasi dengan nilai yang terus naik. Pastinya Anda tidak dapat mengharapkan sebuah keuntungan besar dalam jangka satu sampai dua tahun saja, berbagai manfaat yang diperoleh juga lebih untuk jangka panjang.

Sebenarnya mengurung dan mengelola keuangan bukan sesuatu yang rumit. Lakukanlah dari hal yang paling kecil dan jadikan ini sebagai kebiasaan yang baik.

4. Menggunakan Aturan 50-30-20

Para pakar keuangan banyak yang merekomendasikan menggunakan sistem 50-30-20 untuk mengelola pendapatan Anda. Sistem ini sebetulnya patokan untuk membagi penghasilan ke dalam beberapa macam keperluan.

Seperti contohnya, 50 persen gaji dipakai untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk ditabung serta membayar utang dan 20 persennya lagi untuk membeli berbagai keperluan pribadi. Walaupun demikian Anda juga perlu realistis dengan tabungan pribadi. Akan semakin bagus jika Anda bertemu dan berkonsultasi langsung oleh para perencana keuangan yang dapat membantu Anda mencarikan sebuah solusi jitu atas segala permasalah keuangan yang dimiliki.

Dengan memiliki sistem pengelola uang yang baik, Anda akan sangat mungkin terhindar dari yang namanya hutang karena memiliki kesehatan finansial yang baik dan stabil. Apalagi bagi Anda yang sudah berumah tangga, pastinya kesehatan finansial menjadi hal yang sangat diperlukan agar keluarga tetap aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

5. Membahagiakan Orang Terdekat dan Bersedekah

Pastinya seluruh keberhasilan yang Anda dapatkan saat ini tidak terlepas dari dukungan dari orang-orang sekitar khususnya orang tua kandung. Anda bisa menggunakan pendapatan pertama Anda untuk mentraktir orang-orang terdekat Anda, baik itu teman, keluarga hingga orang tua sendiri. Selain itu Anda juga melakukan sedekah dan berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan melakukan sedekah niscaya rezeki yang Anda peroleh akan diganti dengan berkali-kali lipat.

Jadi, lakukan hal-hal yang tepat dan bijak dalam menggunakan uang gaji khususnya bagi Anda yang merupakan fresh graduate.

 

Scroll to Top