Sejarah Baju Koko yang Katanya Dari Tiongkok

Siapa yang tidak mengenal salah satu jenis pakaian muslim dan kerap kali dikenakan oleh kaum pria. Ya, baju koko, biasanya pakaian ini sering digunakan para pria ketika akan melakukan sembahyang baik di rumah maupun di masjid. Namun, tak jarang juga digunakan untuk acara-acara resmi yang bertemakan keagamaan.

Tetapi, apakah Anda tahu dari mana sebenarnya baju koko?  Apakah benar jika baju koko itu berasal dari tiongkok? Nah, di kesempatan ini mari kita akan mencari tahu sejarah pakaian muslim yang kerap dikenakan oleh kaum pria dimana pastinya akan menarik untuk dibahas.

Sejarah Dari Baju Koko

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa baju koko memang identik dengan pria-pria muslim. Bahkan jika dulu, hanya digunakan untuk sembahyang. Kini baju koko juga digunakan untuk acara-acara resmi yang berhubungan dengan keagamaan.

Tapi, tahukah Anda jika sebenarnya baju koko bukanlah budaya muslim. Karena aslinya baju koko adalah pakaian hasil adopsi suku betawi yang diambil dari pakaian sehari-hari para pria Tionghoa dan biasanya disebut dengan baju Tui Khim.

Dimana baju Tui Khim ini sudah dari abad ketujuh belas, masa itu adalah saat-saat orang Tionghoa datang dan masuk ke Batavia dan mengenakan pakaian tersebut. David Kwa, serang budayawan Tionghoa mengatakan jika dulunya Tui Khim ini dikenal dan digunakan oleh masyarakat Betawi dengan nama Tikim.

Ciri khas dari pakaian ini adalah kancingnya yang sedikit dan sampai di bagian atas dekat leher, sebagaimana yang Anda lihat pada umumnya. Pada zaman dulu, masyarakat Betawi seringkali mengkombinasikan Tui Khim dengan celana longgar sebagai pakaian sehari-hari.

Sayangnya para kaum muda Tionghoa yang ada di Indonesia kini tidak terlalu menyukai model pakaian Tui Khim dan lebih memilih menggunakan setelan jas. Walaupun masih ada beberapa diantaranya yang memakainya di acara-acara tertentu.

Lalu tahukah Anda mengapa pakaian ini akhirnya dikenal dengan baju koko? Sebenarnya alasannya cukup sederhana, karena baju Tui Khim dulu sering digunakan para lelaki Tionghoa yang suka dipanggil engkoh-engkoh dan bila dieja menggunakan bahasa Indonesia akan terdengar seperti koko.

Sejarah Lain Dari Baju Koko

Selain sejarah di atas ada pula yang mengatakan bila baju koko merupakan adaptasi dari Surjan, dimana pakaian tersebut merupakan baju tradisional masyarakat Jawa. Baju ini lebih diyakini sebagai asal muasal hadirnya baju koko di negara ini.

Surjan sendiri berasal dari suku kata “SU” serta “JA” yang mana memiliki arti meluncur melewati dada. Karena itulah pakaian Surja mempunyai panjang yang simetris antara depan dan bagian belakang. Baju ini seringkali dikenakan ketika akan menghadiri acara formal, contohnya upacara adat dan biasanya dilengkapi oleh blangkon.

Ciri khas dari Surjan adalah memiliki motif garis-garis yang membentang dari atas ke bawah dan kerah tinggi, selain itu mempunyai warna coklat muda atau tua. Awalnya pakaian ini berlengan pendek, tetapi Sunan Kalijaga merubahnya menjadi lengan panjang dan diberi nama baju takwa.

Dinamakan baju takwa, karena memang sering kali digunakan ketika ada acara keagamaan atau yang berkaitan dengan hal tersebut. Tetapi baju ini tidak mengadaptasi dari pakaian Tionghoa, yakni Tui Khim. Perbedaannya dengan baju koko adalah pada kancing di bagian lehernya, jika baju takwa memiliki tiga kancing, maka baju koko tidak ada.

Tiga kancing pada baju takwa memiliki arti Islam, ikhsan dan iman. Kemudian di masing-masing bahu terdapat tiga kancing dan mempunyai arti atau sebagai simbol dari dua kalimat syahadat. Kemudian ciri lainnya ada pada enam buah kancing di bagian lengan kanan dan kiri, merupakan simbol dari rukun iman. Lalu pada bagian dada, ada lima kancing yang mengartikan rukun iman.

Pakaian takwa inilah yang diyakini oleh beberapa orang sejarawan merupakan asal usul dari baju koko yang saat ini banyak digunakan para pria muslim di Indonesia saat melaksanakan ibadah dan menghadiri acara-acara keagamaan.

Tips Memilih Baju Koko

Setelah tadi kita membahas tentang sejarah dari baju koko, sekarang saatnya membeli dan mencari baju koko yang nyaman ketika dikenakan. Supaya saat Anda gunakan enak, keren juga nyaman, berikut ini adalah tips memilih baju koko :

  • Perhatikan bahan yang digunakan, ada baiknya memilih baju dengan bahan katun agar dapat menyerap keringat lebih maksimal.
  • Ketika memilih baju, pastikan jika ukurannya pas dengan tubuh Anda. Tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu ketat dan selalu perhatikan jahitannya.
  • Perhatikan juga warna serta motif pakaian yang akan Anda gunakan. Pastikan bila warnanya tidak membuat Anda terlihat kusam, serta corak atau motifnya sesuai dengan bentuk tubuh. Jika ingin aman, maka pilihlah warna netral dan motif tidak terlalu ramai.

Nah, demikianlah tadi sekilas informasi tentang asa usul atau sejarah baju koko. Walaupun terdapat beberapa versi berbeda, tetapi tidak menghilangkan tujuan dari sebuah pakaian. Yaitu, untuk menutup aurat dan membuat pemakainya terlihat lebih rapi dan bersih.

Scroll to Top