Cara Memilih Investasi Pribadi untuk Pemula

membuat rencana investasi

greenideasblog.com – Katakanlah sekarang kamu mulai memasuki usia paruh baya. Kamu punya sedikit tabungan dan kamu berencana menggunakannya untuk berinvestasi.

Tapi sayang kamu tidak punya pengalaman berbisnis. Dan kamu takut memulainya. Dengan kata lain, kamu benar-benar pemula di bidang bisnis. Kamu juga tidak tahu harus memulai dari mana.

Tapi kamu tetap ngeyel mau berinvestasi di bidang bisnis tertentu. Nah, bisnis macam apa yang harus dipilih. Di sektor apa saya bisa menanamkan uang?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, sudahkah kamu mempertimbangkan hal berikut ini?

Apa Tujuan Saya Melakukan Investasi

Luangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi apa sebenarnya tujuan berinvestasi. Katakanlah kamu sangat sadar niat dan tujuan berinvestasi.

tujuan investasi

Contoh: di umur 65 tahun aku ingin memiliki uang tabungan Rp 1 Miliar. Itulah satu contoh yang disebut tujuan berinvestasi. Setiap tujuan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Sudahkah Kamu Menyadari Resiko Investasi?

Nah, ketika sudah menetapkan tujuan, sekarang kamu perlu mempelajari resiko berinvestasi. Berani berinvestasi berarti menyadari bahwa selalu ada halangan di tengah jalan.

Misalnya: kemungkinan kegagalan di tengah jalan karena faktor-faktor di luar kekuasaan dan kemampuan, kerugian yang mungkin menimpa karena faktor harga komoditas yang turun, dan lain sebagainya.

Pertanyaan sederhana: sanggupkah kamu memantapkan diri untuk menanggung resiko dalam berinvestasi?

Berapa Lama Saya Sanggup Berinvestasi?

Setelah menyadari tujuan dan resiko berinvestasi, hal berikutnya yang perlu dipikirkan adalah seberapa cepat kamu akan mendapat uangmu kembali.

Setiap jenis investasi memiliki jangka waktu spesifik, dan akan berbeda satu sama lain. Karena itu sesuaikan jenis investasi, tujuan pribadi, dan jangka waktu alias berapa lama kamu akan mendapat untung.

Seandainya tujuanmu adalah untuk membeli rumah secara tunai dalam lima tahun ke depan, maka investasi saham tidak akan cocok karena harganya yang fluktuatif.

Lain halnya kalau kamu berencana berintasi untuk hari tua untuk 25 tahun ke depan. Kamu bisa fokus pada investasi jangka panjang yang cenderung lebih tahan inflasi.

Baca Juga : TikTok, Hiburan Alternatif Selama #DiRumahAja

Sanggupkah Kamu Membuat Rencana Investasi?

Membuat perencanaan investasi jadi sebuah hal yang gampang-gampang mudah untuk dilakukan. Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah seberapa besar resiko yang harus diambil.

membuat rencana investasi

Karena kamu adalah seorang paruh baya, investasi jangka pendek dengan menanam modal pada instrumen konservatif dengan resiko lebih rendah bisa jadi pilihan menarik. Banyak pilihan investasi yang bisa diambil, misalnya dengan menabung emas.

Sebaliknya kalau kamu berniat mendapatkan keuntungan jangka panjang (misalnya: mendapat Rp 500 juta di usia 65 tahun), maka pilihlah instrumen investasi yang resikonya lebih tinggi dan lebih agresif.

Ketika membuat rencana investasi, perhatikan juga kemampuan finansial. Jangan sampai kamu menyisihkan uang untuk investasi, namun kamu sampai lupa memperhitungkan kebutuhan pribadi yang mendesak.

Bagi prioritas finansial, misalnya:

  • 50% dana untuk kebutuhan hidup
  • 10% dana untuk investasi
  • 5% untuk bersedekah
  • 35% untuk tabungan

Rumusan di atas tidak baku dan bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalnya: kamu bisa mengutak-atik porsi perencanaan anggaran kalau ternyata hitung-hitungan di atas malah membuat kamu kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Sudahkah Mencari Saran dari Ahli?

Saran dari ahli sangat penting, apalagi bila kamu adalah seorang pemula yang sebelumnya tidak pernah menginvestasikan apapun seumur hidup. Dengan kata lain, Anda bisa meminta pendapat dari penasihat keuangan atau manajer investasi sebelum membeli instrumen investasi apapun.

Dengan meminta nasihat dari orang yang lebih ahli, kamu bisa menghindari kerugian akibat tidak hati-hati sebelum membelanjakan uang untuk berinvestasi.

Jenis-Jenis Investasi yang Bisa Dipertimbangkan

Setelah selesai mempertimbangkan hal-hal di atas, dan kamu sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, sekarang saatnya berkenalan dengan berbagai jenis investasi yang umumnya ditawarkan oleh berbagai lembaga investasi dan keuangan.

  • Investasi Hasil Pertanian

Setidaknya ada dua jenis investasi di bidang pertanian yang umumnya ditawarkan, yakni investasi lahan pertanian dan investasi hasil pertanian. Investasi di bidang ini biasanya lebih tinggi dari segi keamanan dan resikonya lebih rendah.

  • Investasi Deposito

Kalau bicara jenis investasi konvensional dan paling dikenal banyak orang, deposito jawabnya. Deposito berarti kegiatan menyimpan sejumlah uang di sebuah bank dalam periode tertentu.

jenis-jenis investasi

Bunganya biasanya lebih tinggi ketimbang tabungan biasa, dan resikonya lebih kecil dibandingkan jenis investasi lain. Jeleknya, dana hasil deposito tidak bisa ditarik sewaktu-waktu.

  • Investasi Saham

Investasi jenis ini biasanya beresiko lebih tinggi, kendati janji keuntungannya lebih besar. Hanya dengan modal yang kecil, kamu bisa mendapat keuntungan besar bila harga saham perusahaan naik.

Tapi resikonya, kerugian yang kamu terima bakal besar pula bila harga saham yang kamu beli anjlok ke titik terendah.

  • Investasi Properti

Ini adalah jenis investasi yang membutuhkan dana sangat besar. Resikonya relatif kecil, dan objek investasinya pun lebih aman. Sisi negatifnya, butuh waktu lama sampai mendapat keuntungan.

Selain empat jenis investasi diatas, masih ada jenis investasi lainnya seperti investasi emas, obligasi dan reksadana. Masing-masing memiliki resiko dan kelebihannya sendiri.

Demikianlah jenis-jenis investasi yang bisa kamu pertimbangkan hari ini. Namun sebelum memilih satu yang paling pas, pertimbangkan dulu dengan cermat, ya!

 

 

Scroll to Top